Kamis, 30 Oktober 2014

#PINTERNET : Psikologi Dan Teknologi Informasi

1. Dampak Positif dan Negatif Penggunaan Internet



 Versus






A. DAMPAK POSITIF PENGGUNAAN INTERNET

Internet telah banyak membantu manusia dalam segala aspek kehidupan sehingga internet mempunyai andil penuh dalam kehidupan sosial. Dengan adanya internet apapun dapat kita lakukan baik positif maupun negative.

Internet sebagai media komunikasi, merupakan fungsi internet yang palingbanyak digunakan dimana setiap pengguna internet dapat berkomunikasi dengan pengguna lainnya di seluruh dunia. Media pertukaran data, dengan menggunakan email, newsgroup, ftp dan www (world wide web – jaringan situs-situs web) para pengguna internet diseluruh dunia dapat saling bertukar informasi dengan cepat dan murah.

Media untuk mencari informasi atau data, perkembangan internet yang pesat, menjadikan www sebagai salah satu sumber informasi yang penting dan akurat. Kemudahan memperoleh informasi yang ada di internet sehinggamanusiatahuapa saja yang terjadi.Bisa digunakan sebagai lahan informasi untuk bidang pendidikan,kebudayaan, dan lain-lain.



B. DAMPAK NEGATIF PENGGUNA INTERNET
1. Cybercrime 
 Adalah kejahatan yang di lakukan seseorang dengan sarana internet di dunia mayayang bersifat.

  •  Melintasi batas Negara
  •  Perbuatan dilakukan secara illegal
  •  Kerugian sangat besar
  •  Sulit pembuktian secara hukumBentuk-bentuk cybercrime sebagai berikut:
2. Hacking

Adalah Usaha memasuki sebuah jaringan dengan maksud mengeksplorasi atupunmencari kelemahan system jaringan. 

3. Cracking 
Adalah Usaha memasuki secara illegal sebuah jaringan dengan maksud mencuri,mengubah atau menghancurkan file yang di simpan padap jaringan tersebut.
4. Pornografi 
Adalah Anggapan yang mengatakan bahwa internet identik dengan pornografi, memangtidak salah. Dengan kemampuan penyampaian informasi yang dimiliki internet, pornografi pun merajalela.Untuk mengantisipasi hal ini, para produsen „browser‟melengkapi program mereka dengan kemampuan untuk memilih jenis home-pageyang dapat di-akses.Di internet terdapat gambar-gambar pornografi dan kekerasanyang bisa mengakibatkan dorongan kepada seseorang untuk bertindak kriminal.
5. Violence And Gore 

Adalah Kekejaman dan kesadisan juga banyak ditampilkan. Karena segi bisnis dan isi padadunia internet tidak terbatas, maka para pemilik situs menggunakan segala macamcara agar dapat „menjual‟ situs mereka. Salah satunya dengan menampilkan hal-hal yang bersifat tabu.
6. Penipuan  
Hal ini memang merajalela di bidang manapun. Internet pun tidak luput dariserangan penipu. Cara yang terbaik adalah tidak mengindahkan hal ini ataumengkonfirmasi informasi yang Anda dapatkan pada penyedia informasi tersebut.
7. Carding

Karena sifatnya yang „real time‟ (langsung), cara belanja dengan menggunakanKartu kredit adalah cara yang paling banyak digunakan dalam dunia internet. Para penjahat internet pun paling banyak melakukan kejahatan dalam bidang ini. Dengansifat yang terbuka, para penjahat mampu mendeteksi adanya transaksi (yangmenggunakan Kartu Kredit) on-line dan mencatat kode Kartu yang digunakan. 

Untuk selanjutnya mereka menggunakan data yang mereka dapatkan untuk kepentingan kejahatan mereka.Perjudia nDampak lainnya adalah meluasnya perjudian. Dengan jaringan yang tersedia, para penjudi tidak perlu pergi ke tempat khusus untuk memenuhi keinginannya. Anda hanya perlu menghindari situs seperti ini, karena umumnya situs perjudian tidak agresif dan memerlukan banyak persetujuan dari pengunjungnya.

Mengurangi sifat
sosial manusia karena cenderung lebih suka berhubungan lewatinternet daripada bertemu secara langsung (face to face). Dari sifat sosial yang berubah dapat mengakibatkan perubahan pola masyarakat dalam berinteraksi.Kejahatan seperti menipu dan mencuri dapat dilakukan di internet(kejahatan juga ikut berkembang). Bisa membuat seseorang kecanduan, terutamayang menyangkut pornografi dan dapat menghabiskan uang karena hanya untuk melayani kecanduan tersebut.  

a. Dampak Positif Media Internet, yaitu :
1) Kemudahan dalam memperoleh informasi,
2) Internet mendukung transaksi operasi bisnis (e-business),
3) Konektivitas dan jangkauan global,
4) Dapat diakses 24 jam,
5) Kecepatan dalam mendapatkan informasi dan komunikasi,
6) Interaksi dengan pengguna di belahan dunia yang lain dapat
dilakukan secara fleksibel dan interaktif,
7) Sebagai media promosi,
8) Berbagai aktivitas baru dapat dilakukan secara tepat dan efisien.

b. Dampak Negatif Media Internet, yaitu :
1) Jaringan internet sangat tergantung pada jaringan telepon,
satelit, ISP (Internet Service Provider),
2) Jaringan internet sangat rentan dengan ancaman virus,
3) Karena siapa saja bisa mengakses sumber-sumber informasi
global, maka terbuka peluang untuk mencuri hasil karya
intelektual orang lain, kejahatan penggunaan kartu kredit dan
 penayangan materi pornografi

Source :
  • Chaerah. Nur (2013). Jurnal Ilmiah :“Dampak Negatif dan Positif Penggunaan Internet”:Makasar  
  • Elia, Heman. (2009). Kecanduan Internet dan Prinsip-Prinsip Untuk Menolong Pecandu Internet. Veritas: Jurnal Teologi dan Pelayanan 
  • Nur Q, Astutik. (2009). Perilaku Penggunaan Internet pada Kalangan Remaja di Perkotaan. Surbaya:Universitas Airlangga

2.INTERNET ADDICTION

 

Internet Addiction
Menurut Young (2007) internet addiction dapat disebut juga complusive internet use atau pathological internet use adalah ketidakmampuan individu mengontrol penggunaan internetnya yang dapat menyebabkan terjadinya masalah psikologis,sosial dan pekerjaan pada individu tersebut. Individu dapat menggunakan internet lebih dari 20 jam setiap minggunya (Childnet 2009)
Faktor yang mempengaruhi internet addiction yaitu faktor internal dan eksternal.

Faktor eksternal meliputi 
  • Keluarga
  • Lingkungan Sosial 
  • Budaya.
Faktor internal meliputi
  • Kepribadian
  • Kontrol Diri
  • Minat
  • Motif Pengetahuan 
  • Usia.
Menurut young (2007) faktor psikologis merupakan penyebab individu mengalami internet addiction.
Menurut young (2007) dampak dampak yang dihasilkan oleh pengguna internet antara lain kehilangan pekerjaan atau kesempatan dalam meraih karir serta pendidikan yang lebih baik,kehilangan kesempatan untuk menjalin relasi dengan lingkungan sekitar,tidak menjalin hubungan yang baik dengan keluarga dan menggunakan internet sebagai media untuk menghindari masalah yang mungkin sedang dihadapi. Apabila ada kaitannya dengan dampak dampak tersebut, individu yang mengalami internet addiction cenderung menunjukan emosi yang negatif seperti cemas, sedih, depresi dan lain lain.

Jenis Jenis individu internet addiction
Menurut Griffiths (2005) telah mencantumkan enam dimensi untuk menentukan apakah individu sudah digolongkan sebagai pecandu internet. Dimensi tersebut adalah sebagai berikut:

a. Salience 
Adalah hal ini terjadi ketika penggunaan internet menjadi aktivitas yang paling penting dalam kehidupan individu, mendominasi pikiran individu (pre-okupasi atau gangguan kognitif), perasaan (merasa sangat butuh), dan tingkahlaku (kemunduran dalam perilaku sosial).

b. Mood modification
 Adalah Keterlibatan yang tinggi saat menggunakan internet. Dimana terdapat perasaan senang dan tenang (seperti menghilangkan stress) saat perilaku kecanduan itu muncul.

c.Tolerance
Adalah proses dimana terjadinya peningkatan jumlah penggunaan internet untuk mendapatkan efek perubahan dari mood. Demi mencapai kepuasan, jumlah penggunaan internet meningkat secara mencolok.
Kepuasaan yang diperoleh dalam menggunakan internet secara terus menerus dalam jumlah waktu yang sama akan menurun secara mencolok, dan untuk memperoleh pengaruh yang sama kuatnya seperti sebelumnya, maka individu secara berangsur-angsur harus meningkatkan jumlah pemakaian agar tidak terjadi toleransi, contohnya pemain tidak akan mendapatkan perasaan kegembiraan yang sama seperti jumlah waktu pertama bermain sebelummencapai waktu yang lama.

d.Withdrawal symptoms 
Adalah  perasaan tidak menyenangkan yang terjadi karena penggunaan internet dikurangi atau tidak dilanjutkan dan hal iniberpengaruh pada fisik seseorang, perasaan dan efek antara perasaan dan fisik (seperti, pusing, insomnia) atau psikologisnya (misalnya, mudah marah atau moodiness

Fenomena Internet Addiction :
Orang di Inggris lebih memilih koneksi internet dibandingkan jaringan listrik. Menurut mereka koneksi internet lebih penting dari pada jaringan listrik itu sendiri.

Di Beijing-China,Wang seorang ABG yang kecanduan internet menikam ibunya hingga tewas karena sang ibu menolak memberikan uang untuk pergi ke warnet. Bahkan ketika ayahnya datang, Wang langsung menikan ayahnya walaupun tidak sampai tewas. Belakangan ini Wang memang sedang kecanduan internet. Berjam-jam dia habiskan setiap harinya hanya demi berinternet.

Masih di China, Seorang istri tega memotong tangan suaminya karena suaminya melupakan janjinya untuk tidak kecanduan berinternet lagi. sang suami memang sering asyik berChating dengan gadis gadis cantik di internet hingga dia lupa mengurus keluarganya.
Sekitar 4 juta remaja di China kecanduan Game online yang tidak sehat sehingga mereka keasyikan menghabiskan waktunya di warnet game online daripada bermain di dunia nyata.

Source :


  • Beard, K. W. 2005. Internet Addiction; A Review of Current Assessment Techniques and Potential Assessment Question. Paper Published Cyber.Psychology and Behavior.
  • Young, K. S . (2005). Internet Addiction: The Emergence of a New Clinical Disorder.CyeberPsychology & Behavior.
  • Young, K. S. (2007).Congitive Behavior Therapy with Internet Addict.Treatment Outcomes and Implication.Jurnal of CyberPsychology and Behavior.
  • Ade. P. N. (2013). Jurnal Ilmiah: “Subjektive Well Being Mahasiswa Yang Menggunakan Internet Berlebihan”:Surabaya.

3.TELEMEDICINE DAN PSIKOTERAPI VIA INTERNET

 

 
 

Telemedicine adalah adalah layanan kesehatan yang dilakukan dari jarak jauh (Telemedicine is health care carried out at a distance) dengan memakai komunikasi audio, visual dan data. Dalam hal ini termasuk perawatan, diagnosis, konsultasi dan pengobatan serta pertukaran data medis dan diskusi ilmiah jarak jauh. (internasional Council of Nurses, 2007). 

Telemedicine untuk perawatan (telenursing) dapat digunakan untuk melakukan pelayanan asuhan keperawatan pada pasein gangguan jiwa yang mengalami depresi yang diakibatkan kecemasaan dengan masalah keperawatan HDR, Isolasi social dan lain-lain, dengan tindakan keperawatan bisa dengan cara memberikan informasi, konseling, psikoterapi salah satunya adalah CBT (Cognitive Behaviour Terapi).

Penerapan telemedice untuk keperawatan di Indonesia pada pasein gangguan jiwa masih terbatas pada layanan tertentu (diperkotaan) itu juga hanya memiliki fasilitas telephone dan dapat mengakses internet. Pasein dengan gangguan jiwa dengan masalah depresi terus berkembang sehingga dengan menggunakan telemedicine untuk keperawatan sangat efektif dan efesien, sehingga kemampuan perawat harus di tingkatkan dalam menggunakan teknologi informasi dan komunikasi (TIK).

Di Eropa telemedicine untuk keperawatan telah menggunakan dalam perawatan kesehatan Jiwa dengan menggunakan metode jarak jauh pada pasein dengan masalah depresi, dalam hal ini menunjukkan lebih efektif dalam melakukan perawatan.berdampak dalam hal penurunan biaya perawatan ( cakupan asuransi yang tidak memadai).

Tujuan dari telemedicine ini dapat meningkatkan dalam asuhan perawatan kesehatan dengan masalah depresi sehingga menggurahi perawatan di rumah sakit.
Keuntungkan dalam menggunakan telemedicine dalam keperawatan tidak hanya dalam segi biaya saja tetapi berdampak dalam menerima terapi (psikoterapi) dan konseling yang tepat secara langsung baik terhadap pasein dan keluarga..

Perawatan Depresi berbasisi telemedicine
Studi di Eropa efidemologi gangguan jiwa di laporkan 14,7 % dari populasi memiliki gangguan mood ( Alonso alv 2004). Namun hanya 36, 8 % dari penderita tersebut melakukan bantuan dari pelayanan kesehatan, dan 20.7 tidak malakukan pengobatan. Pasein dengan gangguan jiwa depresi (Isolasi social dan HDR) dalam pengobatan biasanya yang ditargetkan pada antidepresan saja, seharusnya mengoptimalkan kesempatan pada pasein untuk dapat menerima bantuan yang optimal
dengan berbagai terapi lainnya seperti psikoterapi, konseling dan dukungan social ( Alano & Lepine, 2007). mengidentifikasi adalah salah satu bentuk psikoterapi yang didasarkan pada teori bahkan tanda-tanda gejala fisiologis berhubungan dengan interaksi, perilaku dan emosi ( Pednealut, 2008)

Hal ini menghambat dalam proses perawatan karena akan menambah beben ekonomi karena perawatan akan semakin lama, akhirnya dilakukan penelitian untuk mempermudah dalam perawatan yaitu telepsychiatry (TPS) dengan menggunakan teknologi dan komunikasi (TIK) dalam perawatan .
Metode telepsyhiatrry dengan berbasis teknologi untuk memantau kondisi pasein dan melakukan tindakan yang di fokuskan pada terapi CBT, sehingga akan mengurangi tingkat kekambuhan, dengan metode perawatan jarak jauh atau dikenal dengan telemedicine di dalam terdapat tenursing.

Pelayanan kesehatan jarak jauh ini sudah dilakukan sejak tahun 1977 dengan memantau kondisi pasein dan komunikasi yang biasa dilaksanakan secara langsung dengan dua arah (telephone). Saat ini pelayanan keperawatan dengan menggunakan telemedicine untuk keperawatan sudah dikembangkan di Negara-negara maju. Penelitian dilakukan oleh McKenderee-Smith, Flayd & Seogin, 2003) dan Program computer (Patten, 2003).

Di sampaikan bahwa pasein dari 1.935 depresi yang dilakukan dengan telemedicine 858 penderita dengan hasil 95% masalah pasein dapat diselesaikan oleh perawat, hal ini menunjukkan bahwa pelayanan kesehatan dengan menggunakan telemedicine telah mampu dilakukan oleh perawat. Adapun pelaksanaannya di jelaskan kepada paseinnya dengan cara pemantauan status kesehatan pasein dan komunikasi saat melakukan tindakan saat di rumah, sehingga memantau kondisi pasein dan bisa melakukan tindakan yang sesuai dengan kondisi paseinnya salah satunya dengan pasein depresi.



PENERAPAN DI INDONESIA
Telemedicene dan telenursing di Indonesia dapat dikembangkan dengan memanfaatkan perkembangan teknologi komunikasi yang ada misalnya menggunakan media telephone, internet yang saat ini dikenal diseluruh kalangan baik itu di perkotaan maupun pedesaan.

Untuk saat ini di Indonesia belum optimal dalam pemanfaat Teknologi Informatika dan komunikasi khususnya untuk di keperawatan jiwa, masih menggunakan secara tradisional dalam pelaksanaanya, bahkan untuk dokumentasi keperawatan masih jarang yang menggunakan Teknologi informatika dan Komunikasi.

Untuk pelayanan setelah pasein pulang juga masih belum terpantau apakah pasein sudah control atau tidaknya, karena dalam administrasi juga belum sempurna dalam menggunkan Teknologi Informasi dan komunikasi.
Namun dapat dijadikan sebagai wacana untuk dikembangkan mengingat prosek pelayanan keperawatan akan berkembang seiring
dengan teknologi dan sumber daya manusia juga semakin tinggi pendidikan sudah dapat meluluskan S2 keperawatan jiwa sehingga dalam penerpan terapi spesialis bisa di lakukan di berbagai rumah sakit jiwa, dan dapat dilakukan dengan menggunakan telemedice karena diharapkan semua perawatan dapat melakukannya sehingga akan memudahkan dalam perawatan.

Sehingga bisa menurunkan angka kekambuhan dalam perawatan pada pasein dengan gangguan jiwa. Untuk lebih memudahkan lagi adanya koordinasi yang baik antara dokter dan perawat sehingga dalam pelaksanaan ini bersamaan.

Source : 


  • Kirby Reed, RN, MSN, FNP (2005), telemedicine : Benefit no Advanced practice Nursing and Comumunicates They Serve, Journal Of The American Academy Of Nurse Practioners.
  • Sadok Kaplan (2010), Synopsis Psikiatri, Ilmu Pengetahuan perilaku Psikiatri Klinis, Binaputra Aksara Tanggerang.
  • Slametningsih. (2010). Jurnal Ilmiah : “Teknologi Informasi dan Komunikasi Telemedicine/Telenursing Pada Pasien Dengan Depresi: Universitas Indonesia

 
Disusun Oleh 
Riska Indraswari
2PA02
175 - 13 - 794