1. Dampak Positif dan Negatif Penggunaan Internet
Versus
A. DAMPAK POSITIF PENGGUNAAN
INTERNET
Internet telah banyak membantu
manusia dalam segala aspek kehidupan sehingga internet mempunyai andil penuh
dalam kehidupan sosial. Dengan adanya internet apapun dapat kita lakukan baik
positif maupun negative.
Internet sebagai media
komunikasi, merupakan fungsi internet yang palingbanyak digunakan dimana setiap
pengguna internet dapat berkomunikasi dengan pengguna lainnya di seluruh dunia.
Media pertukaran data, dengan menggunakan email, newsgroup, ftp dan www (world
wide web – jaringan situs-situs web) para pengguna internet diseluruh dunia
dapat saling bertukar informasi dengan cepat dan murah.
Media untuk
mencari informasi atau data, perkembangan internet yang pesat, menjadikan www
sebagai salah satu sumber informasi yang penting dan akurat. Kemudahan memperoleh
informasi yang ada di internet sehinggamanusiatahuapa saja yang terjadi.Bisa
digunakan sebagai lahan informasi untuk bidang pendidikan,kebudayaan, dan
lain-lain.
B.
DAMPAK NEGATIF PENGGUNA INTERNET
1. Cybercrime
Adalah kejahatan yang di lakukan seseorang dengan sarana internet di dunia
mayayang bersifat.
- Melintasi batas Negara
- Perbuatan dilakukan secara illegal
- Kerugian sangat besar
- Sulit pembuktian secara hukumBentuk-bentuk cybercrime sebagai berikut:
2. Hacking
Adalah Usaha
memasuki sebuah jaringan dengan maksud mengeksplorasi atupunmencari kelemahan
system jaringan.
3. Cracking
Adalah Usaha memasuki secara illegal sebuah jaringan dengan maksud
mencuri,mengubah atau menghancurkan file yang di simpan padap jaringan
tersebut.
4. Pornografi
Adalah Anggapan yang mengatakan bahwa internet identik dengan pornografi,
memangtidak salah. Dengan kemampuan penyampaian informasi yang dimiliki
internet, pornografi pun merajalela.Untuk mengantisipasi hal ini, para produsen
„browser‟melengkapi program mereka dengan kemampuan untuk memilih jenis
home-pageyang dapat di-akses.Di internet terdapat gambar-gambar pornografi dan
kekerasanyang bisa mengakibatkan dorongan kepada seseorang untuk bertindak
kriminal.
5. Violence And Gore
Adalah Kekejaman dan kesadisan juga
banyak ditampilkan. Karena segi bisnis dan isi padadunia internet tidak
terbatas, maka para pemilik situs menggunakan segala macamcara agar dapat
„menjual‟ situs mereka. Salah satunya dengan menampilkan hal-hal yang bersifat
tabu.
6.
Penipuan
Hal ini memang merajalela di bidang manapun. Internet pun tidak
luput dariserangan penipu. Cara yang terbaik adalah tidak mengindahkan hal ini
ataumengkonfirmasi informasi yang Anda dapatkan pada penyedia informasi
tersebut.
7. Carding
Karena
sifatnya yang „real time‟ (langsung), cara belanja dengan menggunakanKartu
kredit adalah cara yang paling banyak digunakan dalam dunia internet. Para
penjahat internet pun paling banyak melakukan kejahatan dalam bidang ini.
Dengansifat yang terbuka, para penjahat mampu mendeteksi adanya transaksi
(yangmenggunakan Kartu Kredit) on-line dan mencatat kode Kartu yang digunakan.
Untuk selanjutnya mereka menggunakan data yang mereka dapatkan untuk
kepentingan kejahatan mereka.Perjudia nDampak lainnya adalah meluasnya perjudian.
Dengan jaringan yang tersedia, para penjudi tidak perlu pergi ke tempat khusus
untuk memenuhi keinginannya. Anda hanya perlu menghindari situs seperti ini,
karena umumnya situs perjudian tidak agresif dan memerlukan banyak persetujuan
dari pengunjungnya.
Mengurangi sifat
sosial manusia karena cenderung
lebih suka berhubungan lewatinternet daripada bertemu secara langsung (face to
face). Dari sifat sosial yang berubah dapat mengakibatkan perubahan pola
masyarakat dalam berinteraksi.Kejahatan seperti menipu dan mencuri dapat
dilakukan di internet(kejahatan juga ikut berkembang). Bisa membuat seseorang
kecanduan, terutamayang menyangkut pornografi dan dapat menghabiskan uang
karena hanya untuk melayani kecanduan tersebut.
a. Dampak Positif Media Internet, yaitu :
1) Kemudahan dalam memperoleh
informasi,
2) Internet mendukung transaksi
operasi bisnis (e-business),
3) Konektivitas dan jangkauan
global,
4) Dapat diakses 24 jam,
5) Kecepatan dalam mendapatkan
informasi dan komunikasi,
6) Interaksi dengan pengguna di
belahan dunia yang lain dapat
dilakukan secara fleksibel dan
interaktif,
7) Sebagai media promosi,
8) Berbagai aktivitas baru dapat
dilakukan secara tepat dan efisien.
b. Dampak Negatif Media Internet, yaitu :
1) Jaringan internet sangat
tergantung pada jaringan telepon,
satelit, ISP (Internet Service
Provider),
2) Jaringan internet sangat rentan
dengan ancaman virus,
3) Karena siapa saja bisa
mengakses sumber-sumber informasi
global, maka terbuka peluang untuk
mencuri hasil karya
intelektual orang lain, kejahatan
penggunaan kartu kredit dan
penayangan materi pornografi
penayangan materi pornografi
Source :
- Chaerah. Nur (2013). Jurnal Ilmiah :“Dampak Negatif dan Positif Penggunaan Internet”:Makasar
- Elia, Heman. (2009). Kecanduan Internet dan Prinsip-Prinsip Untuk Menolong Pecandu Internet. Veritas: Jurnal Teologi dan Pelayanan
- Nur Q, Astutik. (2009). Perilaku Penggunaan Internet pada Kalangan Remaja di Perkotaan. Surbaya:Universitas Airlangga
2.INTERNET ADDICTION
Internet Addiction
Menurut Young (2007) internet addiction dapat disebut juga complusive
internet use atau pathological internet use adalah ketidakmampuan individu
mengontrol penggunaan internetnya yang dapat menyebabkan terjadinya masalah
psikologis,sosial dan pekerjaan pada individu tersebut. Individu dapat
menggunakan internet lebih dari 20 jam setiap minggunya (Childnet 2009)
Faktor
yang mempengaruhi internet addiction yaitu faktor internal dan eksternal.
Faktor eksternal meliputi
- Keluarga
- Lingkungan Sosial
- Budaya.
Faktor internal meliputi
- Kepribadian
- Kontrol Diri
- Minat
- Motif Pengetahuan
- Usia.
Menurut young (2007) faktor psikologis merupakan penyebab individu
mengalami internet addiction.
Menurut young (2007) dampak dampak yang dihasilkan oleh pengguna
internet antara lain kehilangan pekerjaan atau kesempatan dalam meraih karir
serta pendidikan yang lebih baik,kehilangan kesempatan untuk menjalin relasi
dengan lingkungan sekitar,tidak menjalin hubungan yang baik dengan keluarga dan
menggunakan internet sebagai media untuk menghindari masalah yang mungkin
sedang dihadapi. Apabila ada kaitannya dengan dampak dampak tersebut, individu
yang mengalami internet addiction cenderung menunjukan emosi yang negatif
seperti cemas, sedih, depresi dan lain lain.
Jenis Jenis
individu internet addiction
Menurut Griffiths (2005) telah mencantumkan enam dimensi untuk
menentukan apakah individu sudah digolongkan sebagai pecandu internet. Dimensi
tersebut adalah sebagai berikut:
a. Salience
Adalah hal ini terjadi ketika penggunaan internet menjadi
aktivitas yang paling penting dalam kehidupan individu, mendominasi pikiran
individu (pre-okupasi atau gangguan kognitif), perasaan (merasa sangat butuh),
dan tingkahlaku (kemunduran dalam perilaku sosial).
b. Mood modification
Adalah Keterlibatan yang tinggi saat menggunakan
internet. Dimana terdapat perasaan senang dan tenang (seperti menghilangkan
stress) saat perilaku kecanduan itu muncul.
c.Tolerance
Adalah proses dimana terjadinya peningkatan jumlah
penggunaan internet untuk mendapatkan efek perubahan dari mood. Demi mencapai
kepuasan, jumlah penggunaan internet meningkat secara mencolok.
Kepuasaan yang diperoleh dalam menggunakan internet secara terus
menerus dalam jumlah waktu yang sama akan menurun secara mencolok, dan untuk
memperoleh pengaruh yang sama kuatnya seperti sebelumnya, maka individu secara
berangsur-angsur harus meningkatkan jumlah pemakaian agar tidak terjadi
toleransi, contohnya pemain tidak akan mendapatkan perasaan kegembiraan yang
sama seperti jumlah waktu pertama bermain sebelummencapai waktu yang lama.
d.Withdrawal symptoms
Adalah perasaan tidak menyenangkan yang
terjadi karena penggunaan internet dikurangi atau tidak dilanjutkan dan hal
iniberpengaruh pada fisik seseorang, perasaan dan efek antara perasaan dan
fisik (seperti, pusing, insomnia) atau psikologisnya (misalnya, mudah marah
atau moodiness
Fenomena Internet
Addiction :
Orang di Inggris lebih memilih koneksi internet dibandingkan jaringan
listrik. Menurut mereka koneksi internet lebih penting dari pada jaringan
listrik itu sendiri.
Di Beijing-China,Wang seorang ABG yang kecanduan internet menikam
ibunya hingga tewas karena sang ibu menolak memberikan uang untuk pergi ke
warnet. Bahkan ketika ayahnya datang, Wang langsung menikan ayahnya walaupun
tidak sampai tewas. Belakangan ini Wang memang sedang kecanduan internet.
Berjam-jam dia habiskan setiap harinya hanya demi berinternet.
Masih di China, Seorang istri tega memotong tangan suaminya karena
suaminya melupakan janjinya untuk tidak kecanduan berinternet lagi. sang suami
memang sering asyik berChating dengan gadis gadis cantik di internet hingga dia
lupa mengurus keluarganya.
Sekitar 4 juta remaja di China kecanduan Game online yang tidak sehat
sehingga mereka keasyikan menghabiskan waktunya di warnet game online daripada
bermain di dunia nyata.
- Beard, K. W. 2005. Internet Addiction; A Review of Current Assessment Techniques and Potential Assessment Question. Paper Published Cyber.Psychology and Behavior.
- Young, K. S . (2005). Internet Addiction: The Emergence of a New Clinical Disorder.CyeberPsychology & Behavior.
- Young, K. S. (2007).Congitive Behavior Therapy with Internet Addict.Treatment Outcomes and Implication.Jurnal of CyberPsychology and Behavior.
- Ade. P. N. (2013). Jurnal Ilmiah: “Subjektive Well Being Mahasiswa Yang Menggunakan Internet Berlebihan”:Surabaya.
3.TELEMEDICINE DAN PSIKOTERAPI VIA INTERNET

Telemedicine adalah adalah layanan
kesehatan yang dilakukan dari jarak jauh (Telemedicine is health care carried
out at a distance) dengan memakai komunikasi audio, visual dan data. Dalam hal
ini termasuk perawatan, diagnosis, konsultasi dan pengobatan serta pertukaran
data medis dan diskusi ilmiah jarak jauh. (internasional Council of Nurses,
2007).
Telemedicine untuk perawatan (telenursing) dapat digunakan untuk
melakukan pelayanan asuhan keperawatan pada pasein gangguan jiwa yang mengalami
depresi yang diakibatkan kecemasaan dengan masalah keperawatan HDR, Isolasi
social dan lain-lain, dengan tindakan keperawatan bisa dengan cara memberikan
informasi, konseling, psikoterapi salah satunya adalah CBT (Cognitive Behaviour
Terapi).
Penerapan telemedice untuk
keperawatan di Indonesia pada pasein gangguan jiwa masih terbatas pada layanan
tertentu (diperkotaan) itu juga hanya memiliki fasilitas telephone dan dapat
mengakses internet. Pasein dengan gangguan jiwa dengan masalah depresi terus
berkembang sehingga dengan menggunakan telemedicine untuk keperawatan sangat
efektif dan efesien, sehingga kemampuan perawat harus di tingkatkan dalam
menggunakan teknologi informasi dan komunikasi (TIK).
Di Eropa telemedicine untuk
keperawatan telah menggunakan dalam perawatan kesehatan Jiwa dengan menggunakan
metode jarak jauh pada pasein dengan masalah depresi, dalam hal ini menunjukkan
lebih efektif dalam melakukan perawatan.berdampak dalam hal penurunan biaya
perawatan ( cakupan asuransi yang tidak memadai).
Tujuan dari telemedicine ini dapat
meningkatkan dalam asuhan perawatan kesehatan dengan masalah depresi sehingga
menggurahi perawatan di rumah sakit.
Keuntungkan dalam menggunakan
telemedicine dalam keperawatan tidak hanya dalam segi biaya saja tetapi
berdampak dalam menerima terapi (psikoterapi) dan konseling yang tepat secara
langsung baik terhadap pasein dan keluarga..
Perawatan Depresi berbasisi
telemedicine
Studi di Eropa efidemologi gangguan
jiwa di laporkan 14,7 % dari populasi memiliki gangguan mood ( Alonso alv
2004). Namun hanya 36, 8 % dari penderita tersebut melakukan bantuan dari
pelayanan kesehatan, dan 20.7 tidak malakukan pengobatan. Pasein dengan
gangguan jiwa depresi (Isolasi social dan HDR) dalam pengobatan biasanya yang
ditargetkan pada antidepresan saja, seharusnya mengoptimalkan kesempatan pada
pasein untuk dapat menerima bantuan yang optimal
dengan berbagai terapi lainnya seperti
psikoterapi, konseling dan dukungan social ( Alano & Lepine, 2007).
mengidentifikasi adalah salah satu bentuk psikoterapi yang didasarkan pada
teori bahkan tanda-tanda gejala fisiologis berhubungan dengan interaksi,
perilaku dan emosi ( Pednealut, 2008)
Hal ini menghambat dalam proses
perawatan karena akan menambah beben ekonomi karena perawatan akan semakin
lama, akhirnya dilakukan penelitian untuk mempermudah dalam perawatan yaitu
telepsychiatry (TPS) dengan menggunakan teknologi dan komunikasi (TIK) dalam
perawatan .
Metode telepsyhiatrry dengan
berbasis teknologi untuk memantau kondisi pasein dan melakukan tindakan yang di
fokuskan pada terapi CBT, sehingga akan mengurangi tingkat kekambuhan, dengan
metode perawatan jarak jauh atau dikenal dengan telemedicine di dalam terdapat
tenursing.
Pelayanan kesehatan jarak jauh ini
sudah dilakukan sejak tahun 1977 dengan memantau kondisi pasein dan komunikasi
yang biasa dilaksanakan secara langsung dengan dua arah (telephone). Saat ini
pelayanan keperawatan dengan menggunakan telemedicine untuk keperawatan sudah
dikembangkan di Negara-negara maju. Penelitian dilakukan oleh McKenderee-Smith,
Flayd & Seogin, 2003) dan Program computer (Patten, 2003).
Di sampaikan bahwa pasein dari 1.935 depresi
yang dilakukan dengan telemedicine 858 penderita dengan hasil 95% masalah
pasein dapat diselesaikan oleh perawat, hal ini menunjukkan bahwa pelayanan
kesehatan dengan menggunakan telemedicine telah mampu dilakukan oleh perawat.
Adapun pelaksanaannya di jelaskan kepada paseinnya dengan cara pemantauan
status kesehatan pasein dan komunikasi saat melakukan tindakan saat di rumah,
sehingga memantau kondisi pasein dan bisa melakukan tindakan yang sesuai dengan
kondisi paseinnya salah satunya dengan pasein depresi.
PENERAPAN DI INDONESIA
Telemedicene dan telenursing di
Indonesia dapat dikembangkan dengan memanfaatkan perkembangan teknologi
komunikasi yang ada misalnya menggunakan media telephone, internet yang saat
ini dikenal diseluruh kalangan baik itu di perkotaan maupun pedesaan.
Untuk
saat ini di Indonesia belum optimal dalam pemanfaat Teknologi Informatika dan
komunikasi khususnya untuk di keperawatan jiwa, masih menggunakan secara
tradisional dalam pelaksanaanya, bahkan untuk dokumentasi keperawatan masih
jarang yang menggunakan Teknologi informatika dan Komunikasi.
Untuk pelayanan
setelah pasein pulang juga masih belum terpantau apakah pasein sudah control
atau tidaknya, karena dalam administrasi juga belum sempurna dalam menggunkan
Teknologi Informasi dan komunikasi.
Namun dapat dijadikan sebagai wacana
untuk dikembangkan mengingat prosek pelayanan keperawatan akan berkembang
seiring
dengan teknologi dan sumber daya
manusia juga semakin tinggi pendidikan sudah dapat meluluskan S2 keperawatan
jiwa sehingga dalam penerpan terapi spesialis bisa di lakukan di berbagai rumah
sakit jiwa, dan dapat dilakukan dengan menggunakan telemedice karena diharapkan
semua perawatan dapat melakukannya sehingga akan memudahkan dalam perawatan.
Sehingga bisa menurunkan angka kekambuhan dalam perawatan pada pasein dengan
gangguan jiwa. Untuk lebih memudahkan lagi adanya koordinasi yang baik antara
dokter dan perawat sehingga dalam pelaksanaan ini bersamaan.
Source :
- Kirby Reed, RN, MSN, FNP (2005), telemedicine : Benefit no Advanced practice Nursing and Comumunicates They Serve, Journal Of The American Academy Of Nurse Practioners.
- Sadok Kaplan (2010), Synopsis Psikiatri, Ilmu Pengetahuan perilaku Psikiatri Klinis, Binaputra Aksara Tanggerang.
- Slametningsih. (2010). Jurnal Ilmiah : “Teknologi Informasi dan Komunikasi Telemedicine/Telenursing Pada Pasien Dengan Depresi: Universitas Indonesia
Disusun Oleh
Riska Indraswari
2PA02
175 - 13 - 794
Riska Indraswari
2PA02
175 - 13 - 794

