Centered Theory sering juga
disebut Psikoterapi Non Directive, atau Person Centered Theory,
yaitu suatu metode
perawatan psikis yang
dilakukan dengan cara berdialog antara
konselor dengan klien,
agar tercapai gambaran
yang serasi antara ideal self (diri klien yang
ideal) dengan actual self ( diri
klien sesuai kenyataan yang sebenarnya)
Tujuan konseling dapat
diklasifikasikan menjadi dua, yaitu.
- Tujuan personality grow type, misalnya pertumbuhan gaya hidup secara positif, pengintegrasian kepribadian, atau pengurangan konflik konflik intrapsikis.
- Cure type, berisi tujuan yang lebih spesifik, misalnya, reduksi simptom-simptom rasa sakit, menjadi lebih tegas (assertive), membuat keputusan vokasionla yang efektif, dsb
Kelebihan dari teori konseling
Client-Centered yaitu
- pemusatan pada klien dan bukan pada therapist,
- identifikasi dan hubungan terapi sebagai wahana utama dalam mengubah kepribadian,
- lebih menekankan pada sikap terapi daripada teknik,
- memberikan kemungkinan untuk melakukan penelitian dan penemuan kuantitatif,
- penekanan emosi, perasaan, perasaan dan afektif dalam terapi,
- menawarkan perspektif yang lebih up-to-date dan optimis,
- klien memiliki pengalaman positif dalam terapi ketika mereka fokus dalam menyelesaiakan masalahnya,
- klien merasa mereka dapat mengekpresikan dirinya secara penuh ketika mereka mendengarkan dan tidak dijustifikasi
Kekurangan dari teori konseling
client-centered ini yaitu
- terapi berpusat pada klien dianggap terlalu sederhana,
- terlalu menekankan aspek afektif, emosional, perasaan, tujuan untuk setiap klien yaitu memaksimalkan diri, dirasa terlalu luas dan umum sehingga sulit untuk menilai individu,
- tidak cukup sistematik dan lengkap terutama yang berkaitan dengan klien yang kecil tanggung jawabnya
- sulit bagi therapist untuk bersifat netral dalam situasi hubungan interpersonal,
- terapi menjadi tidak efektif ketika konselor terlalu non-direktif dan pasif
Konseling client-centered
memiliki berbagai teknik diantaranya :
- Menerima,
- Keselarasan (congruence),
- Pemahaman,
- Mampu mengkomunikasikan sifat-sifat khas ini,
- Hubungan yang membawa akibat,
- Teknik permisif.
Proses Client Center Terapi :
- Tahap pertama, dicirikan dengan ketidakmauan untuk mengkomunikasikan apapun tentang diri
- Tahap kedua, klien menjadi lebih sedikit tidak kaku.
- Tahap ketiga, mereka lebih bebas membicarakan diri mereka walaupun masih sebagai objek. Contohnya : “saya melakukan yang terbaik dalam bekerja tetapi bos masih saja tidak menyukainya”
- Tahap keempat, mulai berbicara mengenai perasaan yang mendalam tetapi bukan yang sedang dirasakan saat itu. Contohnya : “saya merasa sangat marah ketika guru saya menuduh bahwa saya melakukan kecurangan.
- Tahap kelima, mereka mulai melalui perubahan dan pertumbuhan yang signifikan. Mereka dapat mengekspresikan perasaan mereka walaupun belum secara akurat masih dalam bentuk simbolisasi.
- Tahap keenam, mengalami perkembangan yang dramatis dan pergerakan menuju seseorang manusia yg berfungsi sepenuhnya atau aktualisasi diri.
- Tahap ketujuh, dapat terjadi diluar terapi karena pertumbuhan pada tahap 6 dan tahap 7 adalah proses yang tidak dapat di putar balik
Daftar Pustaka:
Feist & Feist. (2014). Teori kepribadian edisi 7 buku 2.
Jakarta: Salemba Humanika
Windayani, K.V, Dharsana &
Suranata, K. (2014). Penerapan konseling client-centered dengan teknik
permisifuntuk meningkatkan harga diri siswa kelas x. iis 2 SMA Negeri 2 Singaraja.
e-journal Undiksa Jurusan Bimbingan
Konseling. 2 (01). 1-10

