Kamis, 23 Januari 2014

Maafkan Aku IBU...

Namaku Vina kini aku berumur 17tahun, saat aku beranjak remaja semuanya hampir ku miliki dari memiliki wajah yang cantik, banyak teman dan memiliki kepintaran banyak guru yang bangga akan kepintaranku bahkan dari aku SD sampai SMA aku tidak membayar sepeser pun karena aku selalu mendapatkan beasiswa dan selalu mendapatkan juara umum disekolah. nah itulah aku

Tapi satu yang membuat kesempurnaan ku berubah jadi malu karena aku memiliki seorang ibu yang buta yang hanya mempunyai mata satu, malu sekali ku.. amat teramat malu, entah apa kata mereka yang mengetahui ibuku seperti itu.

Ayahku sudah lama meninggal sejakku berusia 5 tahun karena kecelakan, dahulu ayahlah yang menjadi tulang punggung keluarga tetapi setelah ayah meninggal ibulah seorang yang menjadi tulang punggung keluarga.

Pada saat pembagian rapot tiba, ibuku datang ke sekolah untuk mengambil rapot, tepat saat aku berjalan dikoridor sekolah kulihat sosok wanita tua yang membaawa tongkat berpakaian rapi, itulah ibuku yang bermata satu itu dan yang paling memalukan ku lagi ibuku memanggil dan menanyakan dimana kelas ku berada.

Aku       : (dengan nada berbisik) "mau ngapain ibu kesini ? bikin ku malu saja sih "
Ibu         : " ibu mau mengambilkan rapot mu nak "
Aku       :"aku kan sudah menyuruh tante untuk mengambil rapot ku "
Ibu         : "kebetulan tadi tante mu tidak bisa mengambil karena ada urusan mendadak"
Aku       : "sudah ibu pulang saja aku bisa ambil rapot ku sendiri, bikin ku malu saja"
Setelah ada temanku percakapan kami pun terhenti dan aku pun langsung menyuruh ibuku pulang dan perlahan aku pergi menjahui ibuku
Ana        : “ itu siapa vin ? Ibu lo ?
Vina       : (dengan nada gugup) “ hah?! Bukan na itu pengemis tadi nanya jalan sama gue kayaknya           dia nyasar katanya”
Ana        : “oh begitu...terus nyokap lu gak dateng ambil rapot lu vin ?”
Vina       : “nyokap gua tadi ada rapat mendadak gitu jadi gak bisa ambil rapot gua, nanti saja deh gue ambil sendiri rapot gue”

Masa-masa SMA pun tak terasa sudah berakhir dan aku mendapatkan nilai UN terbaik dikota ku karena itulah Pak Walikota dikotaku memberikan aku full beasiswa ke australia. OH MY GOD aku sangat senang sekali mendapatkan beasiswa itu dalam hati aku berkata “ akhirnya aku bisa hidup enak tanpa tinggal lagi dirumahku yang kumuh itu dan yang paling penting adalah aku jauh dari ibuku yang sangat memalukan diriku itu”

Singkat cerita, setelah aku menyelesaikan masa masa kuliah ku di Australia, Aku menjadi wanita sukses seperti apa yang aku impi-impikan itu, dan aku memutuskan untuk menikah dengan senior waktu kuliah ku dulu di Australia dan akhirnya menetap disana.
Aku dan suamiku tinggal di Australia dan memiliki rumah yang mewah, kendaraan mewah dan hidup bahagia dan sangat berkecukupan tidak hanya itu kami dikarunai seorang anak perempuan yang sangat cantik dan pintar tentunya, aku sangat menyayangi keluarga kecilku ini.

Tak terasa sudah 10 tahun aku menetap di Australia sama sekali tidak ada rasa rindu oleh tanah air apalagi dengan ibuku yang buta itu, aku sangat susah hidup disana dan sekarang aku sudah sangat bahagia hidup di negeri orang ini.
Ketika aku suamiku dan anakku sedang bermain diteras rumah tiba tiba ada wanitia tua datang menghampiri kami, itulah ibuku entah tau darimana rumahku dan ongkos darimana??
Aku        : “hei pergilah pengemis kau membuat anakku takut”
Ibu          :( sambil tersenyum) ”maaf saya salah alamat “

Beberapa minggu kemudian aku mendapatkan surat dari teman teman saat SMA ku dulu untuk menghadiri acara reuni, aku menghadiri reuni tersebut. Akhirnya aku sampai di tanah air dan langsung pergi ke kota tempat asalku, aku menghadiri acara tersebut untuk menyombongkan diri karena aku sudah sukses di negeri orang.
Seusai acara reuni tersebut entah apa yang membuat aku ingin menengok rumahku dulu, tanpa mengetok pintu rumah aku langsung masuk kedalam yang kulihat hanya rumah yang sangat kumuh dan berantakan seperti lama tidak dihuni, setelah aku melihat tidak ku lihat seorang wanita tua yang selalu membuatku malu itu. Aku sangat lega.. tiba tiba tetangga menghampiri ku
Tetangga             : “akhirnya kau datang juga, ibumu sudah meninggal sejak 3 hari yang lalu”
Aku                     :”(dengan nada datar) OH”
Tetangga             :”tega sekali kau, nih ada surat yang ibumu titipkan sebelum ia meninggal”            (perlahan jalan meninggalkan ku.)

 
Surat dari ibu
Untuk Anakku Tercinta

Anakku yang sangat kucinta aku tahu kau sangat membenciku, tapi aku sangat menyayangiku, dan ibu sangat senang saat mendengar kabar kau akan menghadiri acara reuni di sekolahmu. 

Aku sangat berharap bisa melihatmu sekali lagi untuk hanya mengetahui kabarmu itu sudah cukup bagi ibu, karena ibu sangat rindu padamu nak tiap malam ibu hanya bisa menangis sambil melihat fotomu yang hanya satu satunya ibu punya. Tak pernah lupa untuk selalu mendoakan mu nak.

Asal kau tau saja anakku sayang sebenarnya mata yang kau pakai untuk melihat dunia yang luas itu salah satunya adalah mataku. Mataku yang kuberikan padamu waktu kau kecil, waktu itu kau dan ayahmu sedang berpergian dan kau mengalami kecelakan yang sangat hebat tetapi ayahmu tidak bisa diselamatkan sedangkan kamu, matamu sebelah kanan mengalami kebutaan aku sangat tak tega karena kau masih berumur 5 tahun.

Aku tak sampai hati melihat anak yang sangat ku sayang mengalami cacat pada hidupnya maka kuberikan satu mataku ini untukmu
Sekarang aku sangat bangga saat melihatmu bisa meraih semua cita-citamu dan dikaruniai anak yang lucu sekali dan aku sangat bahagia kau dapat melihat dunia yang luas ini dengan mataku yang ku berikan padamu

Aku masih berharap masih bisa melihat dan memelukmu untuk terakhir kalinya tapi kurasa tak mungkin karena pasti maut sudah menjemputku lebih dahulu.

Peluk cium dari ibumu yang selalu membuatmu malu
Maafkan ibu nak



Rasanya seperti petir menyambar semua saraf saraf di tubuhku, aku hanya bisa menangis dan terdiam ternyata selama ini aku sudah durhaka kepada ibu. Bergegas lalu aku ketempat peristirahatan terakhir ibuku untuk meminta maaf tapi rasanya sudah terlambat ternyata selama ini yang membuat ku malu itu bukan ibuku tapi aku sendiri. Maafkan aku ibu yang sudah durhaka kepada mu....
  
~SELESAI~

Tidak ada komentar:

Posting Komentar