Namaku Vina kini aku berumur 17tahun, saat aku beranjak
remaja semuanya hampir ku miliki dari memiliki wajah yang cantik, banyak teman
dan memiliki kepintaran banyak guru yang bangga akan kepintaranku bahkan dari
aku SD sampai SMA aku tidak membayar sepeser pun karena aku selalu mendapatkan
beasiswa dan selalu mendapatkan juara umum disekolah. nah itulah aku
Tapi satu yang membuat kesempurnaan ku berubah jadi malu
karena aku memiliki seorang ibu yang buta yang hanya mempunyai mata satu, malu
sekali ku.. amat teramat malu, entah apa kata mereka yang mengetahui ibuku
seperti itu.
Ayahku sudah lama meninggal sejakku berusia 5 tahun karena
kecelakan, dahulu ayahlah yang menjadi tulang punggung keluarga tetapi setelah
ayah meninggal ibulah seorang yang menjadi tulang punggung keluarga.
Pada saat pembagian rapot tiba, ibuku datang ke sekolah
untuk mengambil rapot, tepat saat aku berjalan dikoridor sekolah kulihat sosok
wanita tua yang membaawa tongkat berpakaian rapi, itulah ibuku yang bermata
satu itu dan yang paling memalukan ku lagi ibuku memanggil dan menanyakan
dimana kelas ku berada.
Aku : (dengan nada
berbisik) "mau ngapain ibu kesini ? bikin ku malu saja sih "
Ibu : "
ibu mau mengambilkan rapot mu nak "
Aku :"aku
kan sudah menyuruh tante untuk mengambil rapot ku "
Ibu :
"kebetulan tadi tante mu tidak bisa mengambil karena ada urusan
mendadak"
Aku :
"sudah ibu pulang saja aku bisa ambil rapot ku sendiri, bikin ku malu
saja"
Setelah ada temanku percakapan kami pun terhenti dan aku pun
langsung menyuruh ibuku pulang dan perlahan aku pergi menjahui ibuku
Ana : “ itu
siapa vin ? Ibu lo ?
Vina : (dengan nada gugup) “ hah?! Bukan na
itu pengemis tadi nanya jalan sama gue kayaknya dia nyasar katanya”
Ana : “oh begitu...terus nyokap lu gak
dateng ambil rapot lu vin ?”
Vina : “nyokap gua tadi ada rapat mendadak
gitu jadi gak bisa ambil rapot gua, nanti saja deh gue ambil sendiri rapot gue”
Masa-masa SMA pun tak terasa sudah berakhir dan aku
mendapatkan nilai UN terbaik dikota ku karena itulah Pak Walikota dikotaku
memberikan aku full beasiswa ke australia. OH MY GOD aku sangat senang
sekali mendapatkan beasiswa itu dalam hati aku berkata “ akhirnya aku bisa
hidup enak tanpa tinggal lagi dirumahku yang kumuh itu dan yang paling penting
adalah aku jauh dari ibuku yang sangat memalukan diriku itu”
Singkat cerita, setelah aku menyelesaikan masa masa kuliah
ku di Australia, Aku menjadi wanita sukses seperti apa yang aku impi-impikan
itu, dan aku memutuskan untuk menikah dengan senior waktu kuliah ku dulu di
Australia dan akhirnya menetap disana.
Aku dan suamiku tinggal di Australia dan memiliki rumah yang
mewah, kendaraan mewah dan hidup bahagia dan sangat berkecukupan tidak hanya
itu kami dikarunai seorang anak perempuan yang sangat cantik dan pintar
tentunya, aku sangat menyayangi keluarga kecilku ini.
Tak terasa sudah 10 tahun aku menetap di Australia sama
sekali tidak ada rasa rindu oleh tanah air apalagi dengan ibuku yang buta itu,
aku sangat susah hidup disana dan sekarang aku sudah sangat bahagia hidup di
negeri orang ini.
Ketika aku suamiku dan anakku sedang bermain diteras rumah
tiba tiba ada wanitia tua datang menghampiri kami, itulah ibuku entah tau
darimana rumahku dan ongkos darimana??
Aku : “hei
pergilah pengemis kau membuat anakku takut”
Ibu :( sambil
tersenyum) ”maaf saya salah alamat “
Beberapa minggu kemudian aku mendapatkan surat dari teman
teman saat SMA ku dulu untuk menghadiri acara reuni, aku menghadiri reuni
tersebut. Akhirnya aku sampai di tanah air dan langsung pergi ke kota tempat
asalku, aku menghadiri acara tersebut untuk menyombongkan diri karena aku sudah
sukses di negeri orang.
Seusai acara reuni tersebut entah apa yang membuat aku ingin
menengok rumahku dulu, tanpa mengetok pintu rumah aku langsung masuk kedalam
yang kulihat hanya rumah yang sangat kumuh dan berantakan seperti lama tidak
dihuni, setelah aku melihat tidak ku lihat seorang wanita tua yang selalu
membuatku malu itu. Aku sangat lega.. tiba tiba tetangga menghampiri ku
Tetangga : “akhirnya
kau datang juga, ibumu sudah meninggal sejak 3 hari yang lalu”
Aku :”(dengan
nada datar) OH”
Tetangga :”tega sekali kau, nih ada surat
yang ibumu titipkan sebelum ia meninggal” (perlahan jalan meninggalkan ku.)
Surat dari ibu
Untuk Anakku Tercinta
Anakku yang sangat kucinta aku tahu kau sangat membenciku,
tapi aku sangat menyayangiku, dan ibu sangat senang saat mendengar kabar kau
akan menghadiri acara reuni di sekolahmu.
Aku sangat berharap bisa melihatmu sekali lagi untuk hanya
mengetahui kabarmu itu sudah cukup bagi ibu, karena ibu sangat rindu padamu nak
tiap malam ibu hanya bisa menangis sambil melihat fotomu yang hanya satu
satunya ibu punya. Tak pernah lupa untuk selalu mendoakan mu nak.
Asal kau tau saja anakku sayang sebenarnya mata yang kau
pakai untuk melihat dunia yang luas itu salah satunya adalah mataku. Mataku yang
kuberikan padamu waktu kau kecil, waktu itu kau dan ayahmu sedang berpergian
dan kau mengalami kecelakan yang sangat hebat tetapi ayahmu tidak bisa
diselamatkan sedangkan kamu, matamu sebelah kanan mengalami kebutaan aku sangat
tak tega karena kau masih berumur 5 tahun.
Aku tak sampai hati melihat anak yang sangat ku sayang
mengalami cacat pada hidupnya maka kuberikan satu mataku ini untukmu
Sekarang aku sangat bangga saat melihatmu bisa meraih semua
cita-citamu dan dikaruniai anak yang lucu sekali dan aku sangat bahagia kau
dapat melihat dunia yang luas ini dengan mataku yang ku berikan padamu
Aku masih berharap masih bisa melihat dan memelukmu untuk
terakhir kalinya tapi kurasa tak mungkin karena pasti maut sudah menjemputku
lebih dahulu.
Peluk cium dari ibumu
yang selalu membuatmu malu
Maafkan ibu nak
Rasanya seperti petir menyambar
semua saraf saraf di tubuhku, aku hanya bisa menangis dan terdiam ternyata
selama ini aku sudah durhaka kepada ibu. Bergegas lalu
aku ketempat peristirahatan terakhir ibuku untuk meminta maaf tapi rasanya
sudah terlambat ternyata selama ini yang membuat ku malu itu bukan ibuku tapi
aku sendiri. Maafkan aku
ibu yang sudah durhaka kepada mu....
~SELESAI~
Tidak ada komentar:
Posting Komentar